Semalam, seperti yang sudah ditunggu-tunggu, akhirnya gw nonton lagi pagelaran UKM setelah tahun lalu absen, karena gak dapat tiket.
Pagelarannya sendiri dimulai jam 7 malam, karena itu gw merencanakan berangkat sehabis shalat magrib, tapi ow ow ternyata hujan turun, dan sangat deras berangin. Susah jugak gak ke sabuga gak basah, akhirnya minjam payung, persiapan jugak beli somay dan bawa minum, pasti lapar di dalam. Mau berangkat ada dua teman negor, mau pergi juga, gw tanya gimana, tau deh.
Sambil nunggu ada teman lain yang mau nonton juga, dia beli siomay juga, tapi makan ditempat. Akhirnya diputuskan berangkat dengan mereka, naik motor keknya, tapi gimana caranya yah..
Akhirnya menjelang jam 7 pun kami berangkat naek motor bonceng tiga, payung dipasang. Tapi nggak ngaruh setidaknya unduk teman gw yang nyetir gw sih aman sejahtera kecuali mungkin bagian belakang, soalnya anginnya datang dari depan, air hujannya nyapu muka.
Nyampe sabuga, agak ramai, tapi gak ramai-ramai amat, kayaknya banyak yang terhambat hujan, pas masuk dikasih amplop isinya keterangan acara-acara, mirip tiket dah kartu nya -_-. Tapi posisi duduk yang enak udah penuh, separuhnya untuk alumni sih -_-. Akhirnya milih misah, cuma sebentar terus pindah lagi, sambil pindah, nginjak dengkul orang, gara-gara sempitnya pembatas antar barisan. Milih duduk di pinggir. baru nyadar gw, kalo itu emang cuma sepertiga sabuga, gak sensi gw, kalo ruangannya lebih kecil :p
Akhirnya jam setengah delapan, acara dimulai, oleh MC. Ewww, beberapa kata tidak terdengar jelas. Kalo kata teman gw dulu karena gw gak ngerti, keknya gak juga. Soalnya beberapa kata dalam Bahasa Indonesia pun gw gak jelas nangkapnya. Gw baru tau ada live streamingnya, canggih juga.
Momok yang selalu gw takutkan , sambutan!!!! Tahun ini gak ada , cuma ada pemberian hadiah dan tetap makan waktu setengah jam. Akhirnya dimulai jugak, dengan cerita profesor yang nyuruh asistennya ke 100 tahun ke belakang untuk mencari naskah kuno minang kabau mereka berbahasa Indonesia di sini, hehehhee, mereka akhirnya ke Padang Panjang, terus ke surau ngaji, Sip keren tahun ini, acara-acara seremonialnya disatukan dengan rangkaian drama.
Akhirnya mereka tidak menemukan Cadiak Pandai yang mempunyai naskah itu, katanya sudah pindah ke Bukit Tinggi, mereka akhirnya ke Sana, ternyata Cadiak Pandainya kecurian dan dibawa malingnya ke Paya Kumbuah. (Cadiak Pandai, ternyata kakek buyut si profesor).
Mereka pergi ke Paya kumbuah, dan ditipu oleh pencuri itu yang satu menyamar jadi wanita, oh oh bentuk mukanya yang lucu itupun jadi lawakan, hahahaa. Di Paya kumbuah ada pacuan kuda, yah beberapa tahun yang lalu gw pernah liat acara pacuan kuda di tv, banyak kuda-kuda dari Sumatera Barat, keknya dari Paya kumbuah, disitu ada putri melayu, lucunya gimana cara bahasa Minang dimelayu-melayukan seperti Caliak --> Celik, caliak artinya liat. Disitu naskah pusaka pindah tangan ke bujang kayo, dan salah satu asisten itu cidera, mereka disuruh berpindah ke tahun 2011 ke solok, di sono lagi panen, bajunya masih tradisional, hmmmm sedikit aneh, ternyata naskahnya sudah disumbangkan ke Istana Pagaruyuang di Batu Sangka, disana ada randai dan tarian tari manggaro, oke nanti saya ceritakan tentang tarian dan pertunjukkan lainnya dengan detil, soalnya saya sedikit lupa.
Pada akhirnya mereka mendapatkan naskah itu, tapi ketinggalan karena ada keributan kecil, dan akhirnya dipungut penyair wanita yang tubuhnya besar. Kemunculannya sendiri cukup spektkuler, karena dalam kegelapan dan tubuhnya yang besar, dan cuma untuk memungut syair yang jatuh, yah walaupun nanti dia punya peran yang lebih besar akhirnya.
Akhirnya mereka kembali, tapi ternyata naskah itu ketinggalan, tapi kata professor tidak apa-apa, bukan itu intinya. Ditutup dengan musikalisasi puisi dan kolaborasi antar unit, yang spektakuler, dan akhirnya ditutup dengan tepukan meriah dari penonton,
Btw, nanti saya sambung menceritakan tentang rincian tarian dan pertunjukkan lainnya, yang pasti malam tadi sangat berkesan dan pagelaran UKM terbaik yang pernah saya tonton :D
Sabtu, 23 April 2011
Selasa, 12 April 2011
Sebenarnya
stamina, daya tahan, niat, dll
saya lemah sekali dalam hal ini,
TA tidak juga dikerjakan
urusan bincang buku mengesalkan
apa lagi yang harus dicari, sebenarnya hidup ini untuk apa
kalo lolos dari sini
apa yang bisa didapat,
motivasi hidup dah habis
daya tahan tidak ada
memangnya sanggup untuk berkarya
apa yang salah
saya tidak tau
saya sudah frustasi
saya tau obatnya, tapi tidak bisa saya minumnya
Saya eksis di dunia ini untuk apa?
saya lemah sekali dalam hal ini,
TA tidak juga dikerjakan
urusan bincang buku mengesalkan
apa lagi yang harus dicari, sebenarnya hidup ini untuk apa
kalo lolos dari sini
apa yang bisa didapat,
motivasi hidup dah habis
daya tahan tidak ada
memangnya sanggup untuk berkarya
apa yang salah
saya tidak tau
saya sudah frustasi
saya tau obatnya, tapi tidak bisa saya minumnya
Saya eksis di dunia ini untuk apa?
Langganan:
Komentar (Atom)