Rabu, 18 November 2009

What a Life

Semua hal kemaren berjalan tidak lancar, presentasi yang gak begitu bagus, dimarahi dosen sekali lagi, ibu gimana mau bilangnya kalo pembimbing itu gak pernah mau baca proposal apalagi kuesioner TA ku, kalo dia bilang boleh berangkat, dari sebelum kuesioner pertama dikasihkan juga dia dah boleh berangkat aja.
Pulang ke rumah kesal gw dengan leptop yang masih kek gitu aja, marah gw marah ke semua hal. Gw marah sama hidup gw, gw marah kenapa gw harus menahan perasaan gw, kenapa pulak gw harus menyelamatkan muka si "tuan", menyimpan aibnya, menyimpan dosanya sementara gw sendiri menderita lahir batin. Kenapa harus sabar melihat semua keributan, dan kenapa semua keributan harus dibawak kerumah. Rumah cuma jadi tempat berkumpulnya semua masalah.
Gw cuma pengen menuntut hidup gw, gw gak pernah normal dari dulu, bahkan dengan semua ini gw masih dipusingkan sama teman-teman gw sendiri. Gw kayak orang gak diterima bumi dan langit, dan gw harus bersabar untuk semua itu, jangan pernah ngomong sabar di depan gw sebelum kalian tau artinya.
Kapan orang-orang mulai mikirin gw, gw hidup untuk diri gw sendiri, OK. Cukup gw menahan-nahan untuk orang lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar